<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Artikel &#8211; RSU PINDAD</title>
	<atom:link href="https://webs.rsupindad.com/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://webs.rsupindad.com</link>
	<description>Rumah Sakit Keluarga</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Apr 2024 05:32:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://webs.rsupindad.com/wp-content/uploads/2025/04/cropped-pmu-32x32.png</url>
	<title>Artikel &#8211; RSU PINDAD</title>
	<link>https://webs.rsupindad.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pengumuman Lelang</title>
		<link>https://webs.rsupindad.com/pengumuman-lelang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas RSU]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Apr 2024 05:32:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[rspindad]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://webs.rsupindad.com/pengumuman-lelang/</guid>

					<description><![CDATA[RSU Pindad Bandung menyelenggarakan lelang untuk pembangunan ruangan rawat inap]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>RSU Pindad Bandung menyelenggarakan lelang untuk pembangunan ruangan rawat inap </p>



<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"http://rsupindad.com/wp-content/uploads/2024/04/pengumuman_lelang-576x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7992\"/></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kegiatan Medical Check Up PT LEN Industri.</title>
		<link>https://webs.rsupindad.com/kegiatan-medical-check-up-pt-len-industri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas RSU]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Dec 2023 04:26:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://webs.rsupindad.com/kegiatan-medical-check-up-pt-len-industri/</guid>

					<description><![CDATA[Pelaksanaan tanggal 21 Desember 2023, bertempat di grha PT LEN Industri dengan Jumlah peserta MCU 100 peserta dihadiri oleh dari beberapa Eselon Karyawan/wati PT LEN Industri. Dengan Tema “Sayangi Tubuhmu dengan melakukan Medical Check Up” RS Pindad Bandung Bersama PT LEN Industri melaksanakan kegiatan MCU dimana hasil dari kegiatan MCU tersebut akan menjadi tolak ukur [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pelaksanaan tanggal 21 Desember 2023, bertempat di grha PT LEN Industri dengan Jumlah peserta MCU 100 peserta dihadiri oleh dari beberapa Eselon Karyawan/wati PT LEN Industri.<br><br>Dengan Tema “Sayangi Tubuhmu dengan melakukan Medical Check Up” RS Pindad Bandung Bersama PT LEN Industri melaksanakan kegiatan MCU dimana hasil dari kegiatan MCU tersebut akan menjadi tolak ukur Kesehatan Karyawan/wati PT LEN Industri. Sebagai perusahaan BUMN dan Induk Kepala dari INHAN kegiatan MCU ini akan bertahap diikuti oleh Perusahaan BUMN lainnya. Sehingga Kesehatan seleuruh Karyawan/wati di bawah INHAN akan selalu terjaga dan lebih produktif nantinya.<br><br>Bapak Bobby Rasyidin selaku Direktur Utama PT LEN Industri sekaligus Direktur Utama Holding Industri Pertahanan atau Defend ID, menyatakan dalam testimoninya bahwa pelaksanaan giat MCU oleh PT Pindad Medika Utama dan RS Pindad Bandung pada tanggal 21 Desember 2023 Mantap, Terima Kasih Kepada PT PMU dan RS Pindad akan terus berlangsung secara bertahap ke Perusahaan BUMN lainnya dibawah Holding InHan.<br></p>



<p></p>


<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="http://rsupindad.com/wp-content/uploads/2023/12/IMG_4321.mp4" length="26041921" type="video/mp4" />

			</item>
		<item>
		<title>Indikator Mutu Nasional Rumah Sakit Umum Pindad Bandung</title>
		<link>https://webs.rsupindad.com/indikator-mutu-nasional-rumah-sakit-umum-pindad-bandung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas RSU]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Aug 2022 08:49:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://webs.rsupindad.com/indikator-mutu-nasional-rumah-sakit-umum-pindad-bandung/</guid>

					<description><![CDATA[LAPORAN INDIKATOR MUTU RUMAH SAKIT UMUM PINDAD Laporan Analisa, Monitoring, Evaluasi dan Tindak lanjut Indikator Mutu Indikator-indikator tersebut adalah :Indikator mutu nasional terdiri dari 12 indikator : Kepatuhan Identifikasi Pasien : Standar 100% : sudah tercapai sesuai standar. Emergency Respon Time (ERT) : Standar 100% : sudah tercapai sesuai standar. Waktu Tunggu Rawat Jalan dinilai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>LAPORAN INDIKATOR MUTU RUMAH SAKIT UMUM PINDAD </strong></p>



<p><strong>Laporan Analisa, Monitoring, Evaluasi dan Tindak lanjut</strong></p>



<p><strong>Indikator Mutu</strong></p>



<p>Indikator-indikator tersebut adalah :Indikator mutu nasional terdiri dari 12 indikator :</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Kepatuhan Identifikasi Pasien : Standar 100% : sudah tercapai sesuai standar.</li><li>Emergency Respon Time (ERT) : Standar 100% : sudah tercapai sesuai standar.</li><li>Waktu Tunggu Rawat Jalan dinilai dari Jam Daftar : Standar ≤ 60 menit : sudah tercapai sesuai standar.</li><li>Penundaan Operasi Elektif : Standar ≤ 5% (2 hari) : sudah tercapai sesuai standar.</li><li>Kepatuhan Jam Visite Dokter : Standar ≥ 80% : sudah tercapai sesuai standar.</li><li>Waktu Lapor Hasil Kritis Laboratorium : Standar 100% : sudah tercapai sesuai standar.</li><li>Kepatuhan Penggunaan Fornas (BPJS) : Standar ≥80% : sudah tercapai sesuai standar.</li><li>Kepatuhan Cuci Tangan : Standar ≥85% : sudah tercapai sesuai standar.</li><li>Kepatuhan Upaya Pencegahan Risiko Cedera Akibat Pasien Jatuh : Standar 100% : sudah tercapai sesuai standar.</li><li>Kepatuhan Terhadap Clinical Pathway : Standar ≥80% : sudah tercapai sesuai standar.</li><li>Kepuasan Pasien dan Keluarga : Standar ≥ 85% : sudah tercapai sesuai standar.</li><li>Kecepatan Respon Terhadap Komplain : Standar > 75% : sudah tercapai sesuai standar.</li></ol>



<ul class="wp-block-list"><li>Indikator mutu prioritas rumah sakit terdiri dari 8 indikator :<ul><li>Ketepatan pemberian aspirin pada kasis infark miokard akut (IAK) : Standar 100% : sudah tercapai sesuai standar.<ul><li>Waktu tunggu Rawat Jalan Penyakit Dalam (IAK) : Standar ≤ 60 menit : Dari bulan Januari s.d. Agustus belum tercapai sesuai standar pencapaian antara 87-123 menit berada di atas standar (≤ 60 menit). Penyebab waktu lebih lama dari standar disebabkan oleh keterlambatan dokter dan waktu pendaftaran pasien yang jauh sebelum dari jadwal pelayanan. Untuk mengevaluasi makna nilai ini maka dilakukan perhitungan lama waktu tunggu pelayanan rawat jalan dari mulai jam praktek dokter sehingga nilai waktu tunggu dari pendaftaran sampai jam mulai pendaftaran dikesampingkan atau dihitung terpisah. Dengan hal tersebut perhitungan sudah tercapai sesuai standar.</li></ul></li></ul></li></ul>



<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https://rsupindad.com/wp-content/uploads/2022/08/waktu-tunggu-rajal-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7747\"/></figure>



<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Plan</strong></td><td><strong>Do</strong></td><td><strong>Study</strong></td><td><strong>Action</strong></td></tr><tr><td>Mengupayakan waktu tunggu Rawat Jalan Penyakit Dalam (IAK) : Standar ≤ 60 menit</td><td>Menghitung waktu tunggu terpisah antara pendaftaran dan mulai jam praktek dokter</td><td>Lama waktu pelayanan sudah menunjukkan data penurunan</td><td>Karu dan staf pelayanan menghitung waktu daftar – jadwal jam praktek dan dari jadwal jam praktek – pelayanan pasienMendata adanya keterlambatan dokter yang terlambat mulai praktek dari jadwal jam praktek</td></tr></tbody></table></figure>



<ul class="wp-block-list"><li>Kepatuhan jam visite dokter Penyakit Dalam (IAK) : Standar ≥ 80%: sudah tercapai sesuai standar.</li></ul>



<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https://rsupindad.com/wp-content/uploads/2022/08/waktu-tunggu-rajal-2.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7748\"/></figure>



<ul class="wp-block-list"><li>Waktu lapor hasil tes kritis Laboratorium Penyakit Dalam (IAK) : Standar = 100% : sudah tercapai sesuai standar, tercapai 100%.<ul><li>Kepatuhan terhadap Clinical Pathway Penyakit Dalam (IAK) : Standar = 100% : sudah tercapai sesuai standar, tercapai 100%.<ul><li>Kepatuhan penggunaan Fornas pasien Penyakit Dalam (IAM) : Standar ≥ 80% : sudah tercapai sesuai standar, tercapai 99%-100%.</li></ul></li></ul></li></ul>



<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https://rsupindad.com/wp-content/uploads/2022/08/waktu-tunggu-rajal-2-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7749\"/></figure>



<ul class="wp-block-list"><li>Kepuasan pasien dan keluarga pasien Penyakit Dalam (IAM) : Standar ≥ 80% : belum adanya pelaksanaan survey kepuasan khusus untuk pasien Penyakit Dalam.<ul><li>Kepatuhan pelaksanaan readback pasien Penyakit Dalam (ISKP) : Standar = 100% : tercapai standar 1 bulan pada bulan Maret, selebihnya berada pada rentang 65%-91%. Beberapa pelaksanaan readback yang belum terlaksanan disebabkan karena : pemberian intruksi dari DPJP sampai jam visite-nya melebihi waktu 24 jam (berubah jam visit atau visit yang diwakilkan ke dokter lain) atau terlewatnya membaca dan menandatangani cap konfirmasi oleh DPJP. Diperlukan sosialisasi Kembali khususnya terhadap tenaga keperawatan baru yang bertugas di area Penyakit Dalam serta perawat pemegang pasien mengingatkan DPJP apabila ada cap konfirmasi yang perlu ditandatangani DPJP.</li></ul></li></ul>



<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img src=\"https://rsupindad.com/wp-content/uploads/2022/08/waktu-tunggu-rajal-3.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7750\"/></figure>



<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Plan</strong></td><td><strong>Do</strong></td><td><strong>Study</strong></td><td><strong>Action</strong></td></tr><tr><td>Mengupayakan kepatuhan pelaksanaan readback pasien Penyakit Dalam (ISKP) : Standar 100%</td><td>Mengingatkan DPJP dan perawat atas proses readback</td><td>Pencapaian Kepatuhan pelaksanaan readback pasien Penyakit Dalam belum semua mencapai 100%</td><td>Sosialisasi prosedur readback untuk perawat baru.Perawat penjab pasien menandai cap konfirmasi pada berkas pasien yang memerlukan readback.Perawat penjab pasien mengingatkan DPJP apabila ada cap konfirmasi pada berkas pasien yang memerlukan readback.</td></tr></tbody></table></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenali tanda-tanda vital (TTV)</title>
		<link>https://webs.rsupindad.com/mengenali-tanda-tanda-vital-ttv/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas RSU]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Apr 2022 07:03:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://webs.rsupindad.com/mengenali-tanda-tanda-vital-ttv/</guid>

					<description><![CDATA[Sehat itu MAHAL, tapi Sakit JAUH LEBIH MAHAL. Kalimat tersebut yang sering kita dengarkan itu merupakan kalimat sederhana tetapi memiliki arti yang besar dan wajib kita perhatikan. Di masa pandemi ini banyak sekali penyakit-penyakit yang bermunculan, seperti penyakit yang bisa disembuhkan maupun penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Nah sebelum terlambat dan sebagai langkah pencegahan, saat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sehat itu MAHAL, tapi Sakit JAUH LEBIH MAHAL. Kalimat tersebut yang sering kita dengarkan itu merupakan kalimat sederhana tetapi memiliki arti yang besar dan wajib kita perhatikan. Di masa pandemi ini banyak sekali penyakit-penyakit yang bermunculan, seperti penyakit yang bisa disembuhkan maupun penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Nah sebelum terlambat dan sebagai langkah pencegahan, saat ini Sahabat Pindad bisa belajar mengukur tanda-tanda vital sendiri di rumah untuk mengetahui secara dini tanda dan gejala yang muncul. Disini kita bahas yuk apa saja jenis pemeriksaan TTV itu? Berikut ulasan lengkapnya, ya.</p>
<p><strong>Apa itu TTV?</strong></p>
<p>Pemeriksaan vital sign atau TTV (tanda-tanda vital) adalah suatu prosedur mendasar bagi tim tenaga Kesehatan maupun layanan kesehatan yang bertujuan untuk mendeteksi adanya suatu kelainan, gangguan, perubahan fungsi organ tubuh dan masalah medis lainnya agar dapat membantu dokter menjadi suatu diagnosa. Terdapat empat komponen tanda-tanda vital utama yang harus rutin dipantau oleh tim tenaga Kesehatan, meliputi Tekanan Darah/Tensi Darah, Denyut Nadi, Laju Pernapasan dan Suhu Tubuh. Pemeriksaan tanda-tanda vital dilakukan saat pasien datang ke fasilitas Kesehatan untuk mendapatkan perawatan medis. Selain itu, tanda-tanda vital juga dapat dilakukan di rumah, di lokasi darurat medis maupun di tempat lain. Apabila pasien dicurigai sedang menderita kondisi medis yang serius, maka pemantauan ttv akan terus diulang dan dilakukan evaluasi secara kontinyu sampai hasil ttv kembali normal.</p>
<p><strong style=\"font-size: inherit;\">Jenis pemeriksaan TTV<img class=\" wp-image-7700 alignleft\" src=\"http://rsupindad.com/wp-content/uploads/2022/04/22-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"213\" height=\"142\" /></strong></p>
<p><strong>1.Tekanan Darah</strong></p>
<p>Merupakan tekanan yang di alami darah pada pembuluh darah arteri ketika darah di pompa oleh jantung ke seluruh tubuh. Pengukuran tekanan darah dapat dilakukan dengan menggunakan tensimeter dan stetoskop melalui nilai sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik merupakan tekanan darah arteri pada saat jantung berkontraksi dan memompa darah ke seluruh tubuh. Sedangkan tekanan diastolik adalah tekanan darah arteri menunjukkan saat jantung beristirahat untuk mengisi darah dari seluruh tubuh. Tekanan darah normal pada dewasa yaitu 120/80 mmHg. Angka 120 menunjukan angka sistolik sedangkan angka 80 merupakan angka diastolik. Sementara pada bayi dan anak-anak tekanan darah normal lebih rendah dari nilai dewasa. Tekanan darah normal di pengaruhi oleh beberapa factor yaitu aktivitas fisik, diet dan usia. Maka untuk dapat hasil yang tepat, sebelum pengukuran sebaiknya beristirahatlah sekitar 15 menit dari aktivitas agar tubuh menjadi relax.</p>
<p><strong><img class=\" wp-image-7697 alignleft\" src=\"http://rsupindad.com/wp-content/uploads/2022/04/nadi-normal.jpg\" alt=\"\" width=\"237\" height=\"158\" />2. Denyut Nadi</strong></p>
<p>Pengukuran denyut nadi dilakukan untuk mengetahui jumlah detak jantung, ritme jantung dan kekuatan detak jantung per menit. Nilai denyut nadi normal pada dewasa yaitu kisaran 60-100 x/menit, sementara pada bayi dan anak-anak lebih tinggi dari dewasa. Namun, denyut nadi dapat lebih rendah maupun tinggi dari nilai normal tergantung dari kondisi tubuh yang habis berolahraga, kondisi emosi ataupun psikologis yang tidak stabil, sedang cedera dan sakit. Pengukuran denyut nadi dapat dilakukan pada :</p>
<ul>
<li>Arteri Radialis. Terletak di sepanjang tulang radialis. Sering dipakai secara rutin dan lebih mudah teraba di area pergelangan tangan dan searah dengan ibu jari.</li>
<li>Arteri Brachialis. Terletak di medial lipatan siku tangan bagian dalam. Digunakan menggunakan stetoskop untuk mengukur tekanan darah.</li>
<li>Arteri Karotis. Termasuk salah satu arteri besar yang terletak pada leher di lobus telinga.</li>
</ul>
<p><strong><img class=\" wp-image-7702 alignleft\" src=\"http://rsupindad.com/wp-content/uploads/2022/04/33.jpg\" alt=\"\" width=\"244\" height=\"183\" />3. Laju Pernafasan</strong></p>
<p>Saat mengukur tanda-tanda vital, dokter/perawat akan mengukur intensitas bernafas dalam satuan waktu/menit, yaitu intensitas dada naik saat inspirasi (mengambil nafas) ataupun ekspirasi (menghembuskan nafas). Metode ini bertujuan untuk menilai ada kesulitan atau tidak dalam bernafas. Laju pernafasan normal untuk orang dewasa yaitu 12-20 x/menit, sementara pada bayi dan anak-anak lebih tinggi dari nilai normal dewasa. Adapun faktor yang mempengaruhi laju pernafasan, yaitu usia, peningkatan suhu tubuh, beraktivitas/olahraga, posisi tubuh dan jenis kelamin.</p>
<p><strong><img class=\" wp-image-7703 alignleft\" src=\"http://rsupindad.com/wp-content/uploads/2022/04/44.jpg\" alt=\"\" width=\"230\" height=\"132\" />4. Suhu Tubuh</strong></p>
<p>Temperature/suhu adalah suatu ukuran derajat panas dengan menggunakan alat yang disebut thermometer dan suhu yang dihasilkan tergantung dari aktivitas yang dilakukan, cuaca, metabolisme tambahan karena pengaruh hormon, konsumsi cairan maupun jenis kelamin. Temperature tubuh normal yaitu antara 36,5 sampai dengan 37,2 derajat celcius. Metode mengukur suhu tubuh antara lain dengan cara oral atau melalui mulut (tidak dianjurkan pada bayi/anak), melalui rectal atau anus, melalui ketiak/axilla, melalui kulit di dahi, dan melalui telinga.</p>
<ul>
<li>Melalui mulut, thermometer di letakkan di bawah lidah, bisa menggunakan thermometer kaca/air raksa atau thermometer digital. Pada bayi/anak tidak dianjurkan menggunakan thermometer kaca karena beresiko pecah akibat digigit dan juga menggunakan bahan merkuri yang bersifat racun bagi tubuh dan berbahaya bagi bayi/anak.</li>
<li>Melalui rectal/anus. Tidak dianjurkan untuk pemeriksaan suhu melalui rectal jika mengalami diare, setelah pembedahan rectal ataupun sedang mengalami ambeien/hemorroids.</li>
<li>Melalui axilla/ketiak ini yang paling sering digunakan karena dirasa mudah dan nyaman. Namun ada beberapa kontraindikasi bagi pasien untuk dilakukan pemeriksaan suhu melalui axilla, yaitu pasien kurus, adanya inflamasi lokal di daerah ketiak, pasien tidak sadar/shock dan konstriksi pembuluh darah perifer.</li>
<li>Melalui telinga, merupakan thermometer khusus (biasanya memakai digital) yang dengan cepat mengukur suhu gendang telinga yang merupakan suhu inti tubuh (suhu organ internal)</li>
<li>Melalui kulit, merupakan thermometer khusus (biasanya memakai digital) yang dengan cepat mengukur suhu di kulit dahi.</li>
</ul>
<p>Jika hasil pemeriksaan ttv di rumah dirasa ada yang tidak normal, dapat langsung di konsultasikan pada dokter maupun tenaga professional Kesehatan. Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosa medis. Salam sehat.</p>


<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PUASA RAMADHAN BAGI PENDERITA DIABETES MELITUS (KENCING MANIS)</title>
		<link>https://webs.rsupindad.com/puasa-ramadhan-bagi-penderita-diabetes-melitus-kencing-manis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas RSU]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 May 2021 07:36:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[diabeter melitus]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[kencing manis]]></category>
		<category><![CDATA[penderita diabetes puasa]]></category>
		<category><![CDATA[puasa bagi penderita diabetes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://webs.rsupindad.com/puasa-ramadhan-bagi-penderita-diabetes-melitus-kencing-manis/</guid>

					<description><![CDATA[Puasa di bulan ramadhan adalah ibadah yang wajib dilakukan oleh umat muslim di seluruh dunia. Indonesia sendiri adalah salah satu negara dengan pemeluk agama Islam terbanyak di dunia, yang dalam sebulan di setiap tahun atau di bulan Ramadan, wajib melaksanakan syariat agama seperti diperintahkan dalam Al-Qur’an: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class=\"wp-block-group\"><div class="\&quot;wp-block-group__inner-container\&quot; is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow">
<blockquote class="\&quot;wp-block-quote\&quot; is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Puasa di bulan ramadhan adalah ibadah yang wajib dilakukan oleh umat muslim di seluruh dunia. Indonesia sendiri adalah salah satu negara dengan pemeluk agama Islam terbanyak di dunia, yang dalam sebulan di setiap tahun atau di bulan Ramadan, wajib melaksanakan syariat agama seperti diperintahkan dalam Al-Qur’an: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”</p><cite>Al-Baqarah : 183</cite></blockquote>
</div></div>



<p>Secara fisik, yang dimaksudkan dengan puasa adalah tidak makan, tidak minum, dan juga tidak merokok pada siang hari, sejak matahari terbit sampai terbenam. Lamanya (waktu atau jam) berpuasa dalam satu hari dapat berbeda-beda, karena waktu antara matahari terbit dan terbenam dapat berbeda tergantung dari letak geografis individu yang menjalankan puasa. Di wilayah khatulistiwa puasa Ramadan berlangsung sekitar 11–12 jam, sedangkan di wilayah yang jauh dari khatulistiwa dapat berlangsung sampai lebih dari 20 jam.</p>



<p>Selama berpuasa akan terjadi perubahan jadwal maupun pola makan serta serta perubahan aktifitas jasmani sehingga berpotensi tidak terkendalinya glukosa darah pada penyandang diabetes. Perubahan-perubahan tersebut memerlukan penyesuaian yang memadai sehingga penyandang diabetes dapat melaksanakan ibadah puasa dengan aman.</p>



<p><strong>Yang perlu diwaspadai Pada penderita diabetes yang berpuasa</strong> adalah dehidrasi, hipoglikemia (kondisi kadar gula darah yang turun secara drastis) maupun hiperglikemia (gula darah yang menjadi sangat tinggi). Ketiga hal ini merupakan kondisi yang berbahaya. Gejala yang dapat timbul adalah rasa haus, lemas, sakit kepala, pusing, kejang hingga pingsan.</p>



<p></p>



<p class=\"has-text-align-center has-small-font-size\"><img class=\"wp-image-7506\" style=\"width: 500px;\" src=\"http://rsupindad.com/wp-content/uploads/2021/05/5a94d49b-8e61-46f0-8a67-4c58ddf99cbb_169.jpg\" alt=\"\"></p>



<h4 class="\&quot;has-luminous-vivid-amber-color wp-block-heading" has-text-color\"><strong>Siapa saja penderita diabetes yang tidak dianjurkan puasa ?</strong></h4>



<div class=\"wp-block-group\"><div class="\&quot;wp-block-group__inner-container\&quot; is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow">
<div class=\"wp-block-group\"><div class="\&quot;wp-block-group__inner-container\&quot; is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow">
<ol class="wp-block-list" type=\"1\"><li>Penderita diabetes yang menurut dokter kadar gula darahnya belum terkontrol/stabil</li><li>Penderita diabetes yang kurang patuh mengikuti anjuran dokter baik dalam perubahan pola makan maupun mengonsumsi obat</li><li>Penderita diabetes yang memiliki komplikasi seperti penyakit jantung atau darah tinggi</li><li>Penderita diabetes yang memiliki riwayat gula darah yang melonjak tinggi (hiperglikemia)</li></ol>
</div></div>



<ol class="wp-block-list" type=\"1\" start=\"5\"><li>Penderita diabetes yang punya riwayat gula darah turun mendadak (Hipoglikemia) pada Ramadan sebelumnya.</li><li>Penderita diabetes yang sedang mengalami infeksi yang ditandai dengan demam.</li><li>Penderita diabetes lansia yang tinggal sendiri tanpa pendampingan orang lain.</li><li>Penderita diabetes yang hamil dan sedang dalam pengobatan insulin.</li><li>Penderita diabetes anak-anak berusia di bawah 12 tahun.</li><li>Penderita diabetes yang sangat tergantung dengan terapi insulin.</li><li>Penderita diabetes yang sedang hamil</li><li>Penderita lansia yang memiliki riwayat diabetes</li></ol>
</div></div>



<p style=\"font-size:22px\" class=\"has-text-color has-vivid-red-color\"><strong>Panduan ibadah puasa bagi penderita diabetes :</strong></p>



<div class=\"wp-block-group\"><div class="\&quot;wp-block-group__inner-container\&quot; is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow">
<ul class="wp-block-list" type=\"1\"><li>Jangan lewatkan makan sahur Makan sahur sangatlah penting dan tidak boleh terlewat. Karena bila sahur terlewat dapat menyebabkan cadangan energi selama berpuasa tidak cukup dan dapat menyebabkan kondisi hipoglikemia.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>Tetap makan 3 kali sehari, Sekalipun idealnya makan pada bulan puasa adalah 2 kali yaitu sahur dan berbuka puasa, pada penderita diabetes makan tetap 3 kali yaitu makan sahur menjadi sarapan, buka puasa menjadi makan siang, dan makan setelah sholat tarawih menjadi makan malam. Pada saat sahur disarankan mendekati waktu imsak atau subuh. Sedangkan pada saat berbuka, dianjurkan sesegera mungkin. Hal ini mencegah gula darah tidak turun terlalu lama yang akan menyebabkan risiko hipoglikemia.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>Hindari makan berlebihan pada saat berbuka puasa, pasti ada keinginan untuk makan dengan porsi yang banyak, namun penderita diabetes wajib mengukur porsi makan, hal ini berhubungan dengan kadar gula darah dan berat badan. Bila porsi makan tidak dijaga, akan menyebabkan kadar gula menjadi naik secara mendadak dan dapat menimbulkan risiko hiperglikemia.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>Konsumsi makanan yang mengandung banyak serat dengan mengatur porsi makan dengan baik seperti rutin mengosumsi makanan berserat. Karena makanan berserat dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Seperti nasi merah, gandum, sayur, dan buah</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>Hindari gorengan dan makanan yang terlalu manis beberapa orang merasakan nikmatnya berbuka puasa dengan mengosumsi gorengan dan makanan manis sebagai tajil, namun mengongsumsi gorengan dapat menyebabkan penimbunan lemak dalam tubuh, yang secara tidak langsung akan meningkatkan gula darah. Selain itu disarankan pula untuk tidak mengonsumsi makanan yang terlalu manis untuk menjaga gula darah tetap stabil.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>Minum air putih yang cukup risiko berpuasa pada penderita diabetes adalah dehidrasi. Untuk mencegah dehidrasi adalah dengan minum air putih yang cukup. Sedangkan minum minuman manis atau minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh tidak disarankan karena dapat menyebabkan lebih sering buang air kecil sehingga akan memicu dehidrasi.</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>Periksa Gula darah teratur sangatlah penting dilakukan pemeriksaan gula darah secara rutin. Pemeriksaan gula darah dapat dilakukan secara mandiri di rumah dengan alat pengukur gula darah. Pemeriksaan dapat dilakukan 2-4x/hari yaitu pada saat sahur, selama berpuasa dan setelah berbuka puasa. Hal ini penting untuk mencegah adanya hipoglikemi maupun hiperglikemia. Karena bila gula darah anda kurang dari 70 mg/dl dan lebih dari 300 mg/dl disarankan untuk membatalkan puasa</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>Rutin berolahraga berolahraga saat puasa sangat bagus untuk menjaga kebugaran tubuh, namun untuk pasien diabetes tidak disarankan berolahraga dengan intensitas yang tinggi seperti berlari, berenang, aerobik. Karena akan memicu hipoglikemia. Sholat tarawih bisa dijadikan salah satu olahraga sekaligus ibadah</li></ul>



<ul class="wp-block-list"><li>Konsumsi obat sesuai petunjuk dokter Penderita diabetes perlu tetap mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter selama berpuasa.&nbsp; Dokter pun bila perlu akan mengatur ulang jadwal pemberian obat agar sesuai dengan jadwal makan selama bulan puasa. Penderita diabetes haruslah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menjalani ibadah puasa minimal 2-4 bulan sebelum berpuasa. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memutuskan apakah anda dapat melaksanakan ibadah puasa atau tidak. Apabila saat menjalankan ibadah puasa anda merasa pusing, lemas, sakit kepala, jantung berdebar-debar, keringat dingin, tubuh gemetar, seperti akan pingsan, segera batalkan puasa dan periksakan diri ke dokter yang terdekat.</li></ul>
</div></div>



<p style=\"font-size:22px\" class=\"has-text-color has-luminous-vivid-orange-color\">Kondisi yang menyebabkan harus segera berbuka puasa :</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Timbul gejala dehidrasi, hipoglikemia maupun hiperglikemia</li><li>Bila gula darah anda kurang dari 70 mg/dl dan lebih dari 300 mg/dl</li></ul>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Antibiotik pakai resep dokter !?</title>
		<link>https://webs.rsupindad.com/antibiotik-pakai-resep-dokter/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas RSU]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2020 07:27:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Penggunaan Antibiotik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://webs.rsupindad.com/antibiotik-pakai-resep-dokter/</guid>

					<description><![CDATA[Hampir semua orang pernah mendengar dan menggunakan antibiotik. Tak jarang pula kita sengaja mencari antibiotik tanpa menggunakan resep dokter dan menggunakan antibiotik untuk mengatasi penyakit ringan yang kita derita seperti batuk dan pilek. Apa sebetulnya antibiotik itu? Antibiotik atau dikenal juga sebagai antibakteri, merupakan obat yang dapat membunuh atau memperlambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit. Antibiotik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Hampir semua orang pernah mendengar dan menggunakan antibiotik. Tak jarang pula kita sengaja mencari antibiotik tanpa menggunakan resep dokter dan menggunakan antibiotik untuk mengatasi penyakit ringan yang kita derita seperti batuk dan pilek. Apa sebetulnya antibiotik itu?</p>



<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"alignright size-large is-resized\"><img src=\"https://rsupindad.com/wp-content/uploads/2020/09/pexels-anna-shvets-3683098-2-683x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7355\" width=\"219\" height=\"328\"/><figcaption>ANTIBIOTIK</figcaption></figure></div>



<p>Antibiotik atau dikenal juga sebagai antibakteri, merupakan obat yang dapat membunuh atau memperlambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit. Antibiotik tidak dapat mengatasi infeksi virus seperti flu dan batuk. Dengan kata lain, antibiotik adalah obat yang dapat melawan infeksi bakteri dan dapat menyelamatkan nyawa bila digunakan dengan benar. Antibiotik dapat menghentikan bakteri berkembang biak atau menghancurkannya. Sebelum bakteri dapat berkembang biak dan menyebabkan gejala penyakit, sistem kekebalan tubuh biasanya dapat membunuh bakteri tersebut. Sel darah putih (leukosit) menyerang bakteri berbahaya dan bahkan jika gejala penyakit benar-benar muncul, sistem kekebalan tubuh biasanya dapat mengatasi dan melawan infeksi bakteri tersebut. Namun terkadang, jumlah bakteri berbahaya dalam tubuh terlalu banyak dan sistem kekebalan tubuh tidak dapat melawan semuanya. Antibiotik berguna dalam skenario ini.</p>



<p><strong>PENGGUNAAN RESEP DOKTER UNTUK ANTIBIOTIK</strong></p>



<p>Penggunaan antibiotik harus menggunakan resep dokter dan tidak boleh sembarangan. Kenapa?</p>



<p>Pada dasarnya antibiotik adalah obat untuk melawan bakteri jahat penyebab penyakit. Namun ketika kita mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter atau tanpa mengetahui aturan pakai juga jenis antibiotik yang tepat maka bukan hanya bakteri jahat penyebab penyakit saja yang mati namun bakteri baik bagi tubuh pun dapat terancam. Selain itu, bahaya resistensi antibiotik dapat terjadi, dimana bakteri penyebab penyakit tidak dapat lagi dihambat atau dibunuh dengan antibiotik, sehingga dapat mengancam keselamatan jiwa.</p>



<p><strong>Kapan kita diberikan antibiotik oleh dokter?</strong></p>



<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img src=\"https://rsupindad.com/wp-content/uploads/2020/09/573806-PLOMI3-242-1-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7357\" width=\"300\" height=\"199\"/><figcaption>Penjelasan Resep dokter (antibiotik)</figcaption></figure></div>



<p>Antibiotik memang dapat mengobati penyakit yang terjadi karena adanya infeksi bakteri, namun lebih banyak penyakit lain yang bisa disembuhkan tanpa harus menggunakan antibiotik. Berikut beberapa alasan diberikannya antibiotik :</p>



<ol class="wp-block-list" type=\"1\"><li>Timbulnya penyakit yang disebabkan karena adanya infeksi oleh bakteri dan sudah diketahui bakteri penyebabnya.</li><li>Terdapat gejala-gejala yang mengindikasi adanya infeksi karena bakteri, namun tetap dengan saran dokter.</li><li>Tindakan yang diambil oleh tenaga medis untuk mencegah terjadinya infeksi atau penyebaran penyakit oleh bakteri karena suatu kondisi tertentu (Profilaksis)</li></ol>



<p><strong>INTERAKSI ANTIBIOTIK</strong></p>



<p>Ketika sedang mengkonsumsi antibiotik, beberapa makanan dan obat lain yang dikonsumsi selama masa terapi dapat mempengaruhi efek dari antibiotik yang kita makan. Beberapa makanan yang dihindari ketika sedang mengkonsumsi antibiotik diantaranya :</p>



<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"alignright size-large is-resized\"><img src=\"https://rsupindad.com/wp-content/uploads/2020/09/3347746.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7358\" width=\"254\" height=\"169\"/><figcaption>Makanan mempengaruhi antibiotik</figcaption></figure></div>



<ol class="wp-block-list" type=\"1\"><li>Susu</li><li>Suplemen zat besi dan mineral</li><li>Makanan asam dan tinggi serat</li></ol>



<p>Beberapa contoh makanan diatas sebaiknya dihindari pada saat pengkonsumsian antibiotik dikarenakan kandungan dari makanan ataupun suplemen diatas dapat memperlambat penyerapan antibiotik pada tubuh dikhawatirkan terapi semakin lama ataupun tidak efektif. Berikan jarak waktu minimal 2 jam sebelum atau sesudah meminum antibiotik ketika akan mengkonsumsi makanan diatas. Untuk interaksi antibiotik dengan obat lain, konsultasikan dengan apoteker pada saat menerima obat. Beberapa contoh antibiotik yang umum ditemui dan digunakan seperti Amoxicillin, Cefixime, Penisilin, dll.</p>



<p><strong>RESISTENSI ANTIBIOTIK</strong></p>



<p>Antibiotik adalah senyawa kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang dapat membunuh atau menghambat bakteri. Resistensi/kekebalan terjadi karen turunnya efektivitas obat, penggunaan yang kurang tepat, dan sering mengonsumsi antibiotik, semakin sering mengonsumsi antibiotik maka semakin besar pula peluang terjadinya infeksi bakteri. Ketika bakteri sudah kebal terhadap tubuh kita, pencegahan/pengobatan yang dilakukan dengan cara pemberian antibiotik yang sama atau sering digunakan, maka antibiotik tersebut tidak akan mampu membunuh kuman secara menyeluruh&nbsp; sehingga diperlukan antibiotik yang baru, yang lebih efektif dari sebelumnya. Hal ini disebabkan karena antibiotik bekerja dengan cara membunuh atau menghambat pertumbuhan kuman dan bakteri yang dapat memicu terjadinya infeksi pada tubuh. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik harus dengan resep dokter.</p>



<p><strong>CARA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK</strong></p>



<p>Beberapa aturan yang harus diperihatikan ketika mengonsumsi antibiotik, yaitu :</p>



<ol class="wp-block-list" type=\"1\"><li>Apabila diberikan aturan pakai 3x sehari, maka harus dikonsumsi setiap 8 jam sekali, jika diberikan aturan pakai 2x sehari, maka harus dikonsumsi setiap 12 jam sekali</li><li>Antibiotik harus dengan resep dokter</li><li>Harus dikonsumsi sesuai aturan/tepat waktu, sesuai dengan aturan yang dianjurkan oleh dokter</li><li>Harus dikonsumsi sampai habis. Walaupun gejala penyakitnya sudah hilang</li></ol>



<p><strong>REFERENSI</strong></p>



<p>Bushra R, Aslam N, Khan AY. 2011. Food-drug interactions.&nbsp;<em>Oman Med J</em>. Vol. 26 (2) :77-83.</p>



<p>Humaida, R. 2014. Strategy to Handle Resistance of Antibiotik, J Majority. Vol. 3 (7) : 113-120.</p>



<p>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.2011.Pedoman Umum Penggunaan Antibiiotik.Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.</p>



<p>Eka, Rahayu Utami. 2011. Antibiotika, Resistensi dan Rasionalitas Terapi. &nbsp;El-Hayah Vol.1 (4) : 191-198.</p>



<p></p>



<p>Penulis: Hanindya Fikriyani, Iin Hendrayani, Shafira Dian Rizki Fitriana N.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peran Ayah Pada Masa ASI Eksklusif</title>
		<link>https://webs.rsupindad.com/peran-ayah-pada-masa-asi-eksklusif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas RSU]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2020 07:33:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://webs.rsupindad.com/peran-ayah-pada-masa-asi-eksklusif/</guid>

					<description><![CDATA[Ibu mungkin sudah sering mendengar keutamaan ASI Ekslusif bagi kesehatan dan pertumbuhan Bayi. Oleh karena itu, Ibu tentu ingin memastikan kelancaran pemberian ASI untuk sang buah hati. Namun hal ini bukan tanpa tantangan, misalnya produksi ASI kurang, Si Kecil menolak ASI, payudara luka dan nyeri saat menyusui. Di sini lah orang di sekitar Ibu, termasuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ibu mungkin sudah sering mendengar keutamaan ASI Ekslusif bagi kesehatan dan pertumbuhan Bayi. Oleh karena itu, Ibu tentu ingin memastikan kelancaran pemberian ASI untuk sang buah hati. Namun hal ini bukan tanpa tantangan, misalnya produksi ASI kurang, Si Kecil menolak ASI, payudara luka dan nyeri saat menyusui. Di sini lah orang di sekitar Ibu, termasuk Ayah, berperan untuk memberikan dukungan agar Ibu tetap semangat untuk memberikan ASI eksklusif pada Si Kecil.</p>



<p><strong>ASI eksklusif adalah</strong><strong> </strong>ASI yang diberikan kepada anak di bawah umur 6 bulan tanpa pemberian tambahan makanan dan minuman tambahan, jadi hanya murni ASI.</p>



<p>Menurut penelitian bersama oleh sejumlah ahli dari Curtin University dan University of Western Australia, Ayah yang suportif dapat meningkatkan kepercayaan diri Ibu, dan memungkinkan Ibu menghasilkan ASI lebih banyak.&nbsp;Dukungan seperti apa yang bisa dilakukan para Ayah ASI, ya? Berikut beberapa di antaranya:</p>



<p><strong>Hadir Saat Ibu Sedang Menyusui</strong></p>



<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img src=\"https://rsupindad.com/wp-content/uploads/2020/08/724491-PRWQXE-388-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7302\" width=\"387\" height=\"257\"/><figcaption>Ayah meluangkan waktu untuk ibu yang sedang menyusui</figcaption></figure>



<p>Sangat disarankan Ayah sering mendampingi Ibu ketika menyusui bayi sejak awal kelahiran. Saat itu, biasanya ASI yang keluar belum lancar. Ibu dan Si Kecil pun masih beradaptasi dengan aktivitas baru ini. Hal ini cenderung membuat Ibu merasa stres. Oleh karena itu, kehadiran Ayah dapat membuat Ibu merasa nyaman dan diperhatikan. Ayah juga bisa mencoba meringankan beban Ibu dengan menyiapkan bantal menyusui, menyediakan makanan dan minuman sehat favorit Ibu, atau memijat punggung Ibu ketika menyusui. Kondisi yang positif di sekitar Ibu dapat membuat Ibu lebih percaya diri, dan mencegah terjadinya stres ataupun depresi Ibu setelah melahirkan.</p>



<p><strong>Beri Sentuhan Ke Bayi</strong></p>



<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"alignright size-large is-resized\"><img src=\"https://rsupindad.com/wp-content/uploads/2020/08/3127809.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7303\" width=\"294\" height=\"196\"/><figcaption>sentuhan ayah kepada bayi</figcaption></figure></div>



<p>Hal ini perlu dilakukan bahkan sejak Si Kecil lahir. Dengan begitu kedekatan dengan buah hati bisa dibangun lebih erat. <em>Skin-to-skin contact</em> sangat disarankan juga untuk Ayah. Hal ini bisa dilakukan dengan menggendong Si Kecil tanpa menggunakan baju. Dalam keseharian, Ayah juga bisa secara bergantian menggendong, memijat, dan memandikan bayi. Dengan begitu, Ibu bisa mendapatkan <em>me time </em>sejenak, supaya energi dan pikiran Ibu kembali segar. Selain untuk membantu Ibu, kebiasaan ini juga dapat membuat Si Kecil merasakan kehadiran Ayah dalam hidupnya.</p>



<p><strong>Bantu Susu Bayi</strong></p>



<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"alignleft size-large is-resized\"><img src=\"https://rsupindad.com/wp-content/uploads/2020/08/3127580-1-1024x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7305\" width=\"257\" height=\"257\"/><figcaption>ayah memberikan Susu Asi Kepada Bayi</figcaption></figure></div>



<p>Ada kalanya Ibu bisa jadi merasa sangat lelah karena mengurus seharian. Oleh karena itu, cobalah berbagi beban ini dengan Ayah. Siapa bilang Ayah tidak bisa membantu Ibu menyusui Si Kecil? Caranya, ajarkan Ayah menyiapkan ASI perah untuk Si Kecil. Jadi, saat Ibu sedang membutuhkan istirahat sejenak, Ayah bisa menggantikan Ibu mengurus Si Kecil. Selain membantu, aktivitas ini juga dapat mempererat ikatan ayah dan bayinya.<strong><br></strong></p>



<p><strong>Gantikan Pekerjaan Ibu</strong></p>



<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"alignright size-large is-resized\"><img src=\"https://rsupindad.com/wp-content/uploads/2020/08/11235-1-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7307\" width=\"331\" height=\"220\"/><figcaption>membersihkan rumah mengantikan istri</figcaption></figure></div>



<p>Sebagai cara mendukung ibu menyusi bay, Ayah juga harus siap membantu pekerjaan Ibu di rumah, misalnya, mencuci pakaian, membersihkan rumah, dan memasak. Berbagai pekerjaan rumah tersebut tentu akan menguras energi dan waktu, jika dikerjakan oleh Ibu sendiri, terutama setelah kehadiran Si Kecil saat ini. Agar semua berjalan lancar, sebaiknya Ibu dan Ayah bisa mengobrol dulu soal pembagian tugas ini. Pekerjaan mana yang bisa dibantu oleh Ayah? Kapan Ayah perlu melakukannya? Hal ini akan membantu Ibu dan Ayah dalam mengatur waktu dan energi untuk menyelesaikan semua pekerjaan rumah tersebut, terutama jika Ibu dan Ayah bekerja kantoran. Dengan begitu, Ibu juga tetap bisa menyediakan ASI eksklusif dengan maksimal.</p>



<p><strong>Dengarkan Ibu</strong></p>



<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"alignleft size-large is-resized\"><img src=\"https://rsupindad.com/wp-content/uploads/2020/08/579263-PLVYRS-446-1-1024x684.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7309\" width=\"332\" height=\"222\"/></figure></div>



<p>Pasca melahirkan bisa menjadi masa yang menantang bagi seorang Ibu karena menghadapi berbagai perubahan dengan hadirnya Si Kecil, mulai dari secara fisik, biologis (hormon), mental, hingga sosial. Tidak jarang, selama masa adaptasi ini, <em>mood</em> Ibu berubah drastis, seperti jadi sering menangis ataupun marah-marah. Saat inilah Ayah harus belajar memahami Ibu. Ada kalanya Ibu sedang lelah atau sedih, ajak Ayah untuk mengobrol soal perasaan Ibu. Tidak perlu malu untuk menangis dan melimpahkan keresahan pada Ayah. Hal ini bisa membuat Ibu merasa lega. Dengan mendengarkan Ibu, Ayah bisa mencari solusi terbaik untuk membuat Ibu merasa lebih baik, misalnya mungkin Ibu butuh <em>me time</em> sejenak bersama sahabat, atau butuh konsultasi dengan ahli untuk meringankan beban Ibu.</p>



<p>Keberadaan Ayah sangat penting ketika Ibu mulai menyusui. Ketika Ayah terlihat menjadi <em>best supporter </em>bagi Ibu, orang-orang di sekitarnya akan mengikuti sikap tersebut. Tentunya, ini akan membuat lingkungan sekitar Ibu menyusui jadi positif. <em>Mood </em>dan kepercayaan diri Ibu pun bisa jadi lebih baik sehingga bisa memproduksi ASI lebih banyak. Ingat, manfaat ASI eksklusifsangat banyak untuk Si Kecil, terutama untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, sehingga Ibu dapat mendukungnya tumbuh menjadi anak yang sehat, aktif, dan bahagia.</p>



<p></p>



<p></p>



<p>Penulis</p>



<p>Risa Wulandari ,amd.keb</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siapkah si kecil anda menghadapi ancaman di masa pandemi?!</title>
		<link>https://webs.rsupindad.com/siapkah-si-kecil-anda-menghadapi-ancaman-di-masa-pandemi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas RSU]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2020 07:24:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[anak covid19]]></category>
		<category><![CDATA[anak pada masa pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[anak pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[hari anak]]></category>
		<category><![CDATA[Hari anak nasional]]></category>
		<category><![CDATA[masker anak]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan masker anak]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://webs.rsupindad.com/siapkah-si-kecil-anda-menghadapi-ancaman-di-masa-pandemi/</guid>

					<description><![CDATA[Selamat Hari Anak Nasional, salam bahagia untuk seluruh anak-anak di Indonesia. Tahun 2020 ini terasa sangat berbeda dengan adanya pandemi Covid-19, suka cita memperingati Hari Anak Nasional pun tetap mengikuti protokol #dirumahaja. Peran Ayah &#38; Bunda sangat penting untuk membuat sang buah hati tetap menikmati hari-harinya di tengah pandemi Covid-19. Yuk kita intip apa saja [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Selamat Hari Anak Nasional, salam bahagia untuk seluruh anak-anak di Indonesia.</p>



<p>Tahun 2020 ini terasa sangat berbeda dengan adanya pandemi Covid-19, suka cita memperingati Hari Anak Nasional pun tetap mengikuti protokol #dirumahaja.</p>



<p>Peran Ayah &amp; Bunda sangat penting untuk membuat sang buah hati tetap menikmati hari-harinya di tengah pandemi Covid-19.</p>



<p>Yuk kita intip apa saja yang Ayah &amp; Bunda bisa lakukan buat si kecil bertahan di tengah pandemi ini.</p>



<p>1. Tetap ikuti protokol #dirumahaja</p>



<div class=\"wp-block-image is-style-default\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img src=\"https://rsupindad.com/wp-content/uploads/2020/07/3564352-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7285\" width=\"288\" height=\"191\"/><figcaption>#dirumahaja</figcaption></figure></div>



<p>Suasana d rumah bisa jadi monoton sehingga tidak jarang anak-anak merasa jenuh. Tapi apa daya, demi memutus mata rantai penularan Covid-19 tetap #dirumahaja adalah sosuli terbaik. Peran Ayah &amp; Bunda harus membuat suasana rumah menjadi menyenangkan, ajak si kecil bermain bersama, lebih banyak menghabiskan waktu bersama, buat agenda kegiatan yang akan dilakukan sehingga waktu buah hati kita akan tidak sia-sia. Lalu bagaimana kalau Ayah &amp; Bunda sebagai pekerja? Buatlah pembagian tugas Ayah dan Bunda dalam mendampingi si kecil menghabiskan waktunya di rumah. Apakah bisa??tidak ada salahnya untuk dicoba..</p>



<p>2. Tanamkan sejak dini tentang pentingnya kebersihan tangan</p>



<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img src=\"https://rsupindad.com/wp-content/uploads/2020/07/3886489-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7286\" width=\"225\" height=\"150\"/><figcaption>pentingnya kebersihan tangan</figcaption></figure></div>



<p>Kebersihan tangan salah satu kunci utama mencegah penyebaran kuman. Pastikan tangan selalu bersih dengan rajin melakukan cuci tangan, bisa dengan menggunakan sabun cuci tangan atau dengan handsanitizer. Ayah &amp; Bunda bisa mengajarkan si kecil cara cuci tangan 6 langkah sesuai dengan anjuran WHO.</p>



<p>3. Pastikan makanan si kecil memenuhi gizi seimbang</p>



<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img src=\"https://rsupindad.com/wp-content/uploads/2020/07/1853-1-1024x617.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7288\" width=\"316\" height=\"190\"/><figcaption>makanan si kecil memenuhi gizi seimbang</figcaption></figure></div>



<p>Nutrisi yang baik yang memenuhi gizi seimbang akan meningkatkan imunitas si kecil. Ayah &amp; Bunda harus memastikan si kecil tidak makan sembarangan.</p>



<p>4. Gunakan si kecil masker jiga terpaksa harus keluar rumah</p>



<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img src=\"https://rsupindad.com/wp-content/uploads/2020/07/1878-1024x671.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7289\" width=\"316\" height=\"207\"/><figcaption>Jika Anak terpaksa keluar pada saat pandemi, wajib menggunakan masker</figcaption></figure></div>



<p>Penggunaan masker efektif untuk mencegah penyebaran penyakit. Selama pandemi ini penggunaan masker adalah wajib.</p>



<p>Namun alangkah baiknya Ayah &amp; Bunda tidak membawa buah hati untuk berpergian, misalnya ketika akan membeli mainan atau makanan kesukaan si buah hati, atau hal-hal lain yang sifatnya tidak urgent. Biarkan si kecil tetap menunggu di rumah saja.</p>



<p>Kalau bukan Ayah &amp; Bunda yang melindungi si kecil di tengah ancaman pandemi ini, lalu siapa??? mereka tak akan mampu untuk berjuang sendirian..</p>



<p>Ayah &amp; Bunda tetap semangat, tetap menjaga kesehatan, semoga pandemi ini cepat berakhir..</p>



<p>-Elida Aprilia-</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Menghindari Nyeri Pinggang Pada Ibu Rumah Tangga.</title>
		<link>https://webs.rsupindad.com/tips-menghindari-nyeri-pinggang-pada-ibu-rumah-tangga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas RSU]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Feb 2020 03:01:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[bersih bersih]]></category>
		<category><![CDATA[bungkuk]]></category>
		<category><![CDATA[cara sembuhkan sakit pinggang]]></category>
		<category><![CDATA[cuci]]></category>
		<category><![CDATA[cuci piring]]></category>
		<category><![CDATA[encok]]></category>
		<category><![CDATA[ibu rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[ngepel]]></category>
		<category><![CDATA[obat sakit pinggang]]></category>
		<category><![CDATA[pinggang]]></category>
		<category><![CDATA[punggung]]></category>
		<category><![CDATA[sakit pinggang]]></category>
		<category><![CDATA[sakit punggung]]></category>
		<category><![CDATA[sakit tulang belakang]]></category>
		<category><![CDATA[sapu]]></category>
		<category><![CDATA[setrika]]></category>
		<category><![CDATA[tulang belakang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://webs.rsupindad.com/tips-menghindari-nyeri-pinggang-pada-ibu-rumah-tangga/</guid>

					<description><![CDATA[Kegiatan sehari hari pada ibu rumah tangga, mencakup cukup banyak kegiatan, misalnya mencuci baju,mencuci piring, menyetrika&#160; dan kegiatan lainnya. Kegiatan ini cukup meluangkan waktu banyak dan terus berulang. Hal ini dapat memicu kelelahan yang lebih, jika tidak efisien dikerjakan baik secara waktu, tenaga dan &#160;saat posisi mengerjakannya. Nyeri pinggang atau dalam Bahasa kedokterannya disebut dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kegiatan sehari hari pada ibu rumah tangga, mencakup cukup banyak kegiatan, misalnya mencuci baju,mencuci piring, menyetrika&nbsp; dan kegiatan lainnya. Kegiatan ini cukup meluangkan waktu banyak dan terus berulang. Hal ini dapat memicu kelelahan yang lebih, jika tidak efisien dikerjakan baik secara waktu, tenaga dan &nbsp;saat posisi mengerjakannya.</p>
<p>Nyeri pinggang atau dalam Bahasa kedokterannya disebut dengan <em>low back pain</em>&nbsp; adalah salah satu gangguan muskuloskeletal umum yang menyerang 80% populasi orang dewasa. Gejala nyeri pinggang bisa membaik dalam beberapa minggu dengan tindakan konservatif seperti pemberian obat-obatan dan fisioterapi, sejak terjadinya serangan. Nyeri ini dapat di golongkan menjadi 2 bagian yaitu nyeri akut (nyeri yang dirasakan kurang dari 3 minggu) dan nyeri kronik ( nyeri yang dirasakan lebih dari 12 minggu).</p>
<p>Mencegah terjadinya hal tersebut, ini merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengerjakan aktifitas atau kegiatan dalam posisi yang benar dan efisien atau disebut dengan posisi ergonomis. Ergonomi sendiri di definisikan sebagai gerakan yang efektif, efisien, nyaman, aman, tidak menimbulkan kelelahan dan kecelakaan sesuai kemampuan tubuh tetapi&nbsp; mendapatkan hasil kerja yang lebih optimal.</p>
<p>Dalam pembahasan ini, Kita akan lebih menjelaskan posisi ergonomis dalam kegiatan atau aktifitas pada ibu rumah tangga. Karena kegiatan ini dilakukan terus berulang ulang, dan pasti akan terus dikerjakan untuk berlangsungnya kehidupan. Berikut adalah contoh posisi ergonomis yang bisa dilakukan:</p>
<ol>
<li>Posisi ergonomis saat memasak dan mencuci piring.</li>
</ol>
<p><img class=\"alignnone wp-image-6699 size-medium\" src=\"https://rsupindad.com/wp-content/uploads/2020/02/1b-300x212.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"212\"> <img class=\"alignnone wp-image-6698 size-medium\" src=\"https://rsupindad.com/wp-content/uploads/2020/02/1a-300x212.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"212\"></p>
<p>Dalam kegiatan ini jika posisi tempat memasak atau tempat cuci piring&nbsp; berada di bawah, baiknya posisi yang kita lakukan adalah duduk. Tetapi jika posisi tempat memasak dan tempat cucui piring itu berada sejajar dengan kita, dan mengharuskan posisi kita berdiri, maka lakukan posisi dengan menaikan satu kaki ketas kursi kecil untuk sanggahan. Posisi ini menahan agar tubuh kita tidak terlalu condong kedepan, dan menahan pinggang tetapi tegap dan tidak membebani otot untuk bekerja lebih.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol start=\"2\">
<li>Posisi ergonomis saat mengepel dan menyapu.</li>
</ol>
<p><img class=\"alignnone wp-image-6700 size-medium\" src=\"https://rsupindad.com/wp-content/uploads/2020/02/2a-300x212.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"212\"> <img class=\"alignnone wp-image-6701 size-medium\" src=\"https://rsupindad.com/wp-content/uploads/2020/02/2b-300x212.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"212\"></p>
<p>Pada saat melakukan kegiatan ini, para ibu disarankan untuk melakukannya dengan posisi berdiri dan dengan salah satu kaki di letakkan di depan dari salah satu kaki lainnya, dan selanjutnya posisi kaki bisa diposisikan secara bergantian. Dalam &nbsp;posisi ini membantu meringankan kerja pinggang dan lebih menekankan pada kekuatan kaki.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol start=\"3\">
<li>Posisi ergonomis saat mengganti sprei Kasur.</li>
</ol>
<p><img class=\"alignnone size-full wp-image-6702\" src=\"https://rsupindad.com/wp-content/uploads/2020/02/3a.jpg\" alt=\"\" width=\"842\" height=\"595\"></p>
<p>Mengganti sprei atau merapihkannya merupakan aktifitas yang sering dilakukan setiap hari setelah bangun tidur. Jadi kegiatan ini mau tidak mau akan dilakukan setiap hari. Untuk mencegah terjadinya kelelahan yang berlebih, saat mengganti atau merapihkan sprei, posisi yang benar untuk dilakukan adalah dengan berlutut. Dalam posisi ini pinggang tetap tegak dan otot-otot punggung tidak bekerja berlebih. Posisi ergonomis yang di benar ditunjukan pada gambar ke 2 (sebelah kanan).</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol start=\"4\">
<li>Posisi ergonomis saat membawa barang.</li>
</ol>
<p><img class=\"alignnone size-full wp-image-6703\" src=\"https://rsupindad.com/wp-content/uploads/2020/02/4-copy.jpg\" alt=\"\" width=\"638\" height=\"479\"></p>
<p>Nah, dalam melakukan hal ini pun ternyata ada beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan, ada aba-aba dan cara peletakan barang yang benar agar tidak terlalu membebani pinggang. Pertama cara mengambil barang tersebut, jika posisi nya berada dilantai, maka posisi kan kaki kiri berlutut dan kaki kanan melipat seperti jongkok atau sebaliknya. Kemudian ambil barang dan letakkan di dekat dada. Saat akan bangun, tumpukkan beban di kaki di sebelah kanan, dengan barang tetap dekat ke dada. Pada gambar ke 1(sebelah kiri) dan ke 3 ( sebelah kanan) merupakan gambaran contoh yang salah, pada gambar 1 barang disimpan dibawah dada, dan pada gambar 3 barang disimpan terlalu depan, hal itu akan memicu terjadinya nyeri pinggang.</p>
<p>Intinya pada posisi apa pun yang kita lakukan saat melakukan aktifitas sehari-hari, hindarilah posisi membungkuk!, karena menitik beratkan tumpuan tubuh pada bagian pinggang saja. Jika terus berulang ini tidak akan baik untuk postur tubuh dan juga pada otot otot di sekitar pinggang. Dan jangan lupa ditambah dengan olahraga yang cukup agar tubuh kita siap untuk melakukan aktifitas. Mudah- mudahan ibu-ibu semua dapat mempraktekannya di rumah!.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Oleh : Kamila Nur Rahim Amd.Ft</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspada! Pneumonia Coronavirus Wuhan</title>
		<link>https://webs.rsupindad.com/waspada-pneumonia-coronavirus-wuhan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas RSU]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Feb 2020 03:25:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ancaman corona]]></category>
		<category><![CDATA[artikel corona virus]]></category>
		<category><![CDATA[china corona]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[Coronavirus]]></category>
		<category><![CDATA[novel corona virus]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit mematikan]]></category>
		<category><![CDATA[virus corona]]></category>
		<category><![CDATA[wabah]]></category>
		<category><![CDATA[wabah corna virus]]></category>
		<category><![CDATA[wabah penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[wuhancoronavirus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://webs.rsupindad.com/waspada-pneumonia-coronavirus-wuhan/</guid>

					<description><![CDATA[Pneumonia Coronavirus Wuhan merupakan suatu penyakit berupa peradangan berat pada saluran napas yang disebabkan oleh virus Corona 2019-nCOV. Untuk pertama kalinya Pneumonia Coronavirus Wuhan ini terjadi di Tiongkok tepatnya di kota Wuhan pada tanggal 31 Desember 2019. Penyebab pneumonia coronavirus ini merupakan jenis virus baru yang di duga terjadi akibat penularan dari hewan ke manusia. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pneumonia Coronavirus Wuhan merupakan suatu penyakit berupa peradangan berat pada saluran napas yang disebabkan oleh virus Corona 2019-nCOV. Untuk pertama kalinya Pneumonia Coronavirus Wuhan ini terjadi di Tiongkok tepatnya di kota Wuhan pada tanggal 31 Desember 2019.</p>
<p>Penyebab pneumonia coronavirus ini merupakan jenis virus baru yang di duga terjadi akibat penularan dari hewan ke manusia. Namun hingga saat ini masih belum teridentifikasi hewan sebagai sumber penularanya.</p>
<p>Dalam kurun waktu terakhir, kasus serupa juga terjadi di beberapa Negara tetangga Indonesia seperti Singapura, Thailand, Vietnam, Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Australia dan Amerika. Berdasarkan data dari WHO yang di lansir media berita digital liputan6.com pada 7 februari 2020 total kasus yang sudah terkonfirmasi sebanyak 31.528 terinfeksi, 636 Meninggal dunia diantaranya berasal dari Negara China. Hingga saat ini kasus pneumonia coronavirus wuhan ini masih terus bertambah dan juga sudah dideteksi terjadi penularan dari manusia ke manusia.</p>
<p><img class=\"alignleft wp-image-6639 size-medium\" src=\"https://rsupindad.com/wp-content/uploads/2020/02/454930-PF8ZME-714-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" />Beberapa gejala yang dirasakan penderita berupa demam, batuk kering, adanya rasa sesak hingga sulit bernapas. Hingga saat ini masih belum ada vaksin yang dapat digunakan untuk mencegah infeksi virus corona ini. Namun dihimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik menghadapi wabah virus ini, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan:</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Jangan panik</li>
<li>Waspada apabila mengalami gejala batuk, demam disertai kesulitan bernapas, segeralah mencari pertolongan ke RS atau fasilitas kesehatan terdekat.</li>
<li>Menjaga kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir secara rutin.</li>
<li>Menutup mulut dan hidung dengan tissue ketika bersin atau batuk.</li>
<li>Hindari kontak dengan hewan ternak dan hewan liar.</li>
<li>Masaklah daging dan telur hingga matang sepenuhnya.</li>
<li>Hindari bepergian ke daerah terjangkit.</li>
<li>Hindari kontak dengan pasien yang diduga terinfeksi</li>
</ol>
<p>Sumber:</p>
<p>Novel Coronavirus (2019-nCov) situation report 13 WHO</p>
<p>Press Release PDPI Outbreak Pneumonia di Tiongkok</p>
<p>Pengurus Besar Perhimpunan Respirologi dan Penyakit Kritis (Indonesia Society Of Respirology)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oleh : Eva Meltyza., dr. (Dokter Umum RSU Pindad Bandung)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
