<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>RS Pindad &#8211; RSU PINDAD</title>
	<atom:link href="https://webs.rsupindad.com/tag/rs-pindad/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://webs.rsupindad.com</link>
	<description>Rumah Sakit Keluarga</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Feb 2023 09:20:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://webs.rsupindad.com/wp-content/uploads/2025/04/cropped-pmu-32x32.png</url>
	<title>RS Pindad &#8211; RSU PINDAD</title>
	<link>https://webs.rsupindad.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>RSU Pindad Bandung Luncurkan Aplikasi RSU Pindad Mobile</title>
		<link>https://webs.rsupindad.com/rsu-pindad-bandung-luncurkan-aplikasi-rsu-pindad-mobile/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas RSU]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2023 09:20:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[daftar online]]></category>
		<category><![CDATA[mobile apps]]></category>
		<category><![CDATA[mobile apps rs pindad]]></category>
		<category><![CDATA[poliklinik]]></category>
		<category><![CDATA[RS Pindad]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://webs.rsupindad.com/rsu-pindad-bandung-luncurkan-aplikasi-rsu-pindad-mobile/</guid>

					<description><![CDATA[Bandung (14/02), Rumah Sakit Umum Pindad Bandung meluncurkan aplikasi RSU Pindad Mobile dalam rangka mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Aplikasi Mobile ini merupakan alternatif bagi pasien untuk mendapatkan informasi seputar rumah sakit dan melakukan pendaftaran langsung secara online dengan otomatis akan terkoneksi sistem antrian di RSU Pindad Bandung. \&#8221;Alhamdulillah hari ini, kami me-launching [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bandung (14/02), Rumah Sakit Umum Pindad Bandung meluncurkan aplikasi RSU Pindad Mobile dalam rangka<br />
mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.</p>
<p>Aplikasi Mobile ini merupakan alternatif bagi pasien untuk mendapatkan informasi seputar rumah sakit dan melakukan pendaftaran langsung secara online dengan otomatis akan terkoneksi sistem antrian di RSU Pindad Bandung.</p>
<p>\&#8221;Alhamdulillah hari ini, kami me-launching aplikasi RSU Pindad Mobile. Jadi Masyarakat tidak perlu repot-repot untuk daftar ke sini pagi-pagi, semua bisa dilakukan secara mobile,\&#8221; ujar Kepala Rumah Sakit Umum Pindad, Dr. Zul Kurniawan, MMRS.</p>
<p>Aplikasi ini juga memiliki fitur anggota keluarga yang dapat digunakan oleh pasien untuk mendaftarkan anggota keluarga atau kerabat yang belum familiar menggunakan aplikasi mobile tersebut.</p>
<p>\&#8221;Jadi pasien ketika sudah me-download aplikasi ini terdapat historis berobat dan konsultasi dengan dokter. Jika lupa resep obat. Kalaupun pasien kontrol lagi ke dokternya, bisa saling mengingatkan. Walaupun kami sudah punya ya daftar rekaman. Adanya diskusi antara dokter dengan pasien,\&#8221; jelasnya.</p>
<p>RSU Pindad Mobile yang diakses oleh pasien akan mendapatkan remender atas reservasi yang telah dilakukan.</p>
<p>\&#8221;Begitu masuk ke aplikasi, pilih pendaftaran, jadwal dokter bisa diketahui. Memang saat ini baru kita kembangkan H -1 ya, jadi tidak bisa on the spot. pendaftaran hari ini untuk jadwal besok,\&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menuturkan, pendaftaran RSU Pindad tidak hanya dilakukan melalui mobile apps, terdapat pasien yang melakukan pendaftaran secara langsung dan harus diakomodir. Menurutnya, RSU Pindad Mobile telah dimplemasikan secara internal dan diuji coba secara operasional. \&#8221;Alhamdulillah, responnya bagus. Lebih friendly untuk penggunaan RSU Pindad Mobile,\&#8221; tuturnya. Ia berharap, aplikasi yang telah dilaunching mendapatkan animo yang bagus dari masyarakat dengan era digitalisasi saat ini.</p>
<p>\&#8221;Data-data informasi bisa dengan mudah diakses menggunakan RSU Pindad Mobile, kita akan terus kembangkan, tentunya<br />
harus mendapatkan feedback dari masyarakat terkait dengan aplikasi ini,\&#8221;</p>
<p>\&#8221;Apakah nanti ada kendala. Sehingga kita kembangkan aplikasi yang RSU Pindad berikan sebagai upaya memuaskan pelayanan terhadap masyarakat,\&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Di tengah kemajuan teknologi informasi, sistem pengelolaan Rumah Sakit juga harus bisa mengikuti tuntutan kemajuan teknologi agar bisa lebih optimal, efesien dan efektif. \&#8221;Masyarakat Jawa Barat khususnya Bandung, harus mendapat kemudahan layanan RS. sesuai dengan regulasi pemerintah terkait dengan e-rekam medis, digitalisasi, selain memajukan Rumah Sakit Pindad juga memajukan bangsa Indonesia,\&#8221; katanya.</p>
<p>RSU Pindad Mobile, kata ia, sudah terintergrasi dengan JKN Mobile untuk layanan pasien BPJS. \&#8221;Cukup dengan mendownload RSU Pindad Mobile datanya sudah saling berkaitan dengan JKN Mobile,\&#8221; ujarnya. RSU Pindad Bandung akan gencar melakukan sosialisasi RSU Pindad Mobile kepada pasien dan masyarakat dalam kurun waktu satu minggu ke depan.</p>
<p>Semetara itu, salah satu pasien RSU Pindad Bandung, Cintya (51) mengatakan, aplikasi baru yang diluncurkan RSU Pindad memudahkan pendaftaran. \&#8221;Alhamdulillah, jadi mudah dan cepat. Biasanya suka telepon terlebih dahulu. Sekarang tinggal menggunakan RSU Pindad Mobile langsung dapat no antrian,\&#8221; ujarnya, saat ditemui di area tunggu pasien. Warga asal Kiaracondong ini menuturkan, penggunakan RSU Pindad Mobile dapat diakses secara fleksibel. \&#8221;Lebih praktis, bisa daftar malam-malam karena pagi sampai sore kan kerja. Fitur yang tersedia sangat membantu pasien untuk mendapat layanan di RSU Pindad Bandung,\&#8221; pungkasnya.</p>
<p><img class=\"alignnone size-large wp-image-7821\" src=\"http://rsupindad.com/wp-content/uploads/2023/02/WhatsApp-Image-2023-02-13-at-09.05.19-819x1024.jpeg\" alt=\"\" width=\"819\" height=\"1024\" /></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jelang Idul Fitri PT Pindad Medika Utama Berbagi Sembako</title>
		<link>https://webs.rsupindad.com/jelang-idul-fitri-pt-pindad-medika-utama-berbagi-sembako/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas RSU]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 May 2021 06:52:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[RS Pindad]]></category>
		<category><![CDATA[RS Pindad 1442H]]></category>
		<category><![CDATA[RS Pindad Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[RS Pindad Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[RS Pindad Membagikan Paket Sembako]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://webs.rsupindad.com/jelang-idul-fitri-pt-pindad-medika-utama-berbagi-sembako/</guid>

					<description><![CDATA[Dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1442 H PT Pindad Medika Utama membagikan paket sembako kepada petugas kebersihan Gober Sukapura, Tukang Beca Binaan RS, Yatim/Dhuafa RW 11 Binaan RS, Yatim Dhuafa RW 08 Binaan RS, Yayasan Yatim Piatu di lingkungan Rumah Sakit Umum Pindad, dll. Dengan tetap menerapkan Prokes secara ketat acara dilakukan secara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1442 H PT Pindad Medika Utama membagikan paket sembako kepada petugas kebersihan Gober Sukapura, Tukang Beca Binaan RS, Yatim/Dhuafa RW 11 Binaan RS, Yatim Dhuafa RW 08 Binaan RS, Yayasan Yatim Piatu di lingkungan Rumah Sakit Umum Pindad, dll.</p>
<p>Dengan tetap menerapkan Prokes secara ketat acara dilakukan secara Simbolis kepada perwakilan penerima.</p>
<p>Seremonial pemberian dilakukan oleh perwakilan Direksi PT Pindad Medika Utama, Zul Kurniawan dr.,MMRS selaku Kepala Rumah Sakit Pindad Bandung.</p>
<blockquote><p><img class=\"wp-image-7512 alignleft\" src=\"http://rsupindad.com/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-07-at-20.16.09-1-1024x681.jpeg\" alt=\"\" width=\"227\" height=\"151\" />Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan terimakasih telah mensupport dan mendoakan Rumah Sakit Umum Pindad terus tumbuh dan berkembang dan kami yakin atas kontribusi doa tersebut bisa membawa kami sampai detik ini masih bisa konsisten memberikan pelayanan terhadap masyarakat wilayah sekitar.</p></blockquote>
<p>\&#8221;Alhamdulillah di tahun ini kami masih dapat berbagi rizki memberikan sembako sebanyak 200 Paket untuk warga sekitar Operasional Perusahaan dan kami selalu memohon do\&#8217;a dan dukungan dari semuanya, untuk keberlangsungan perusahaan kami. Serta mengucapkan selamat hari Raya Idul Fitri 1442\&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hipertensi?? \&#8221;\&#8221;Tekanan darah saya pernah dibilang tinggi..\&#8221;\&#8221;</title>
		<link>https://webs.rsupindad.com/hipertensi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas RSU]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2019 01:50:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[RS Pindad]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://webs.rsupindad.com/hipertensi/</guid>

					<description><![CDATA[Hampir sebagian besar orang sudah tidak asing dengan istilah “hipertensi”, bahkan mungkin menjadi penderitanya. Saking seringnya mendengar istilah ini, terkadang orang malah menganggap remeh kondisi terkait tekanan darah ini, merasa biasa dengan tekanan darah tinggi. Kesalahan lain yang juga banyak di masyarakat adalah menganggap bahwa hipertensi adalah kondisi yang bisa disembuhkan, sehingga mempengaruhi kepatuhan pasien [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir sebagian besar orang sudah tidak asing dengan istilah “hipertensi”, bahkan mungkin menjadi penderitanya. Saking seringnya mendengar istilah ini, terkadang orang malah menganggap remeh kondisi terkait tekanan darah ini, merasa biasa dengan tekanan darah tinggi. Kesalahan lain yang juga banyak di masyarakat adalah menganggap bahwa hipertensi adalah kondisi yang bisa disembuhkan, sehingga mempengaruhi kepatuhan pasien dalam berobat. Padahal, tekanan darah menjadi komponen independen, sama seperti kolesterol dan rokok, untuk terjadinya penyakit kardiovaskular. Bukan hanya penyakit jantung atau stroke, orang dengan hipertensi juga sangat rentan mengalami gagal ginjal dan komplikasi lain yang akan menurunkan kualitas hidup.</p>
<p>Tekanan darah adalah tekanan terhadap dinding pembuluh darah arteri oleh aliran darah. Pemeriksaan ini menjadi ukuran hemodinamik seseorang, meskipun bukan satu-satunya, yang menggambarkan kecukupan aliran darah dari jantung menuju seluruh organ dalam tubuh. Tidak ada satu sel pun dalam tubuh kita yang dapat hidup tanpa pasokan darah. Artinya bila tekanan darah tidak tercukupi, maka sel itu akan mati. Ukuran tekanan darah ini dibuat dalam notasi ***/** mmHg. Angka yang atas disebut <em>systole</em> dan yang bawah adalah <em>diastole</em>. <em>Systole</em> adalah tekanan darah saat darah pertama kali keluar dari jantung (kontraksi) menuju pembuluh darah utama (aorta), sementara <em>diastole</em> adalah tekanan darah saat pertama kali jantung relaksasi. Biasanya kedua nilai ini akan saling berkaitan, namun pada beberapa kondisi, misalnya pada usia lanjut, bisa saja hanya sistoliknya yang tinggi sedangkan diastoliknya normal.</p>
<p>Terdapat pembagian tekanan darah berdasarkan beratnya derajat hipertensi, seperti yang tertera pada tabel di bawah ini (JNC VII)</p>
<table width=\"100%\">
<tbody>
<tr>
<td width=\"33%\">Kategori</td>
<td width=\"33%\">Sistolik (mmHg)</td>
<td width=\"33%\">Diastolik (mmHg)</td>
</tr>
<tr>
<td width=\"33%\">Normal</td>
<td width=\"33%\">&lt; 120</td>
<td width=\"33%\">&lt;80</td>
</tr>
<tr>
<td width=\"33%\">Pre hipertensi</td>
<td width=\"33%\">120-139</td>
<td width=\"33%\">80-89</td>
</tr>
<tr>
<td width=\"33%\">Grade 1</td>
<td width=\"33%\">140-159</td>
<td width=\"33%\">90-99</td>
</tr>
<tr>
<td width=\"33%\">Grade 2</td>
<td width=\"33%\">≥160</td>
<td width=\"33%\">≥100</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Seseorang dikatakan memiliki hipertensi apabila memiliki tekanan darah yang tinggi pada dua kali pengukuran berbeda, minimal dalam jeda lebih dari 2 menit, dan kondisi ini bertahan dalam 1 bulan atau lebih. Namun, bila termasuk dalam grade 2, tidak perlu menunggu 1 bulan. Kenapa seseorang bisa terkena hipertensi? Sebagian besar penyebabnya tidak diketahui, atau disebut esensial. Gabungan antara faktor usia dan genetik. Ada pula hipertensi yang disebabkan karena penyakit lain yang mendasari, disebut sebagai hipertensi sekunder. Hipertensi sekunder sering kali terjadi pada usia muda, mendadak, bisa sangat tinggi, dan atau tidak respon dengan obat-obatan hipertensi pada umumnya. Hipertensi esensial, bukan penyakit yang bisa disembuhkan, namun bisa dikontrol.Bilatekanan darah turun setelah diobati, buka berarti hipertensi anda sembuh. Inilah kekeliruan yang sering terjadi, akibatnya pengobatan menjadi tidak teratur dan kontrol tekanan darah semakin sulit. Mengapa harus dikontrol? Karena hipertensi yang berlangsung lama akan menimbulkan banyak komplikasi pada organ-organ lain seperti otak (stroke), jantung (serangan jantung, gagal jantung), mata (retinopati), ginjal (gagal ginjal). Komplikasi ini bersifat permanen dan <em>irreversible</em>. Biaya dan penderitaan tentu akan lebih banyak bila sudah terjadi komplikasi dibandingkan bila kita bisa mengontrol tekanan darah sebelumnya.</p>
<p>Apakah ada gejala tertentu bagi penderita hipertensi? Hmm…sebenarnya tidak ada gejala yang menunjukkan seseorang memiliki hipertensi atau tidak. Sakit kepala tidak bisa dijadikan patokan. Tidak sedikit pasien dengan tekanan darah sisitolik diatas 200 mmHg tapi tidak mengeluhkan gejala apa-apa. Begitu pula sebaliknya, belum tentu juga ketika anda merasakan sakit kepala maka tekanan darah anda tinggi. ada kaitannya dengan sifat pemarah? Tidak juga, hanya saja tekanan darah dipengaruhi oleh persarafan simpatis pada tubuh kita. Pada kondisi stress karena apapun, baik fisik maupun psikis, maka persarafan simpatis akan aktif dan mempengaruhi tekanan darah. oleh sebab itu, terapi relaksasi dan istirahat yang cukup juga menjadi terapi tambahan pada penderita hipertensi.</p>
<p><img class=\"size-full wp-image-4979 aligncenter\" src=\"https://rspindad.com/wp-content/uploads/2019/01/hiper-2.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"168\" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Apakah harus minum obat obat seumur hidup? Pada penderita hipertensi esensial, iya tentunya. Pengobatan dalam hal ini tentu bukan obat semata, termasuk didalamnya diet dan pola hidup sehat seperti kebiasaan berolah raga. Makanan yang harus dibatasi pada penderita hipertensi adalah garam. Asupan garam yang dianjurkan sekitar 6gr per hari, tidak lebih dari itu. Perbanyak makan sayur dan buah, dan kurangi makanan berlemak. Berolah raga minimal 5 kali seminggu, masing-masing 30 menit, dengan target menurunkan berat badan. Terakhir adalah dengan mengurangi alkohol dan berhenti merokok. Selanjutnya tentu dengan mengonsumsi obat-obatan sesuai dengan petunjuk dokter. Target tekanan darah yang harus tercapai adalah dibawah 140/90 mmHg, atau pada usia tua dibawah 150/90 mmHg (JNC VIII). Tidak terlalu rendah bukan? Namun, perlu diingat bahwa tekanan darah kita tidak konstan dan memiliki variabilitas setiap harinya. Sehingga bukan tidak mungkin setiap kali diukur tekanan darah nya normal atau sesuai target, namun pada waktu-waktu tertentu sebenarnya tinggi. Untuk itu penting dilakukan pemeriksaan tekanan darah beberapa kali setiap harinya. Saat ini sudah banyak alat pengukur tekanan darah otomatis yang dapat digunakan. Apabila masih ada waktu-waktu dimana tekanan darah melonjak tinggi, artinya obat yang Anda minum belum dapat mengcover tekanan darah sepanjang hari. Perlu penyesuaian dosis atau jenis obat.</p>
<p>Jadi ingatlah, hipertensi bukan untuk disembuhkan, melainkan untuk dikontrol agar terhindar dari komplikasi yang lebih menakutkan. Tetap semangat!</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
