<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>rumah sakit pindad &#8211; RSU PINDAD</title>
	<atom:link href="https://webs.rsupindad.com/tag/rumah-sakit-pindad/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://webs.rsupindad.com</link>
	<description>Rumah Sakit Keluarga</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Jul 2019 03:00:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://webs.rsupindad.com/wp-content/uploads/2025/04/cropped-pmu-32x32.png</url>
	<title>rumah sakit pindad &#8211; RSU PINDAD</title>
	<link>https://webs.rsupindad.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Apa Itu Penyakit Diabetes?</title>
		<link>https://webs.rsupindad.com/apa-itu-penyakit-diabetes/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas RSU]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jul 2019 03:00:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#RSUPindad]]></category>
		<category><![CDATA[diabeter melitus]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[rspindad]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit pindad]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://webs.rsupindad.com/apa-itu-penyakit-diabetes/</guid>

					<description><![CDATA[Data International Diabates Federation (IDF) menunjukkan jumlah penyandang diabetes atau biasa dikenal dengan istilah penyakit kencing manis di Indonesia diperkirakan sebesar 10 juta dan menempati urutan ketujuh tertinggi di dunia. Lebih mencengangkan lagi, seperti dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes), 2/3 diabetesi (sebutan untuk penderita diabates) di Indonesia tidak mengetahui dirinya memiliki diabetes. Diabetes Melitus (DM) atau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style=\"font-weight: 400;\">Data International Diabates Federation (IDF) menunjukkan jumlah penyandang diabetes atau biasa dikenal dengan istilah penyakit kencing manis di Indonesia diperkirakan sebesar 10 juta dan menempati urutan ketujuh tertinggi di dunia. Lebih mencengangkan lagi, seperti dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes), 2/3 diabetesi (sebutan untuk penderita diabates) di Indonesia tidak mengetahui dirinya memiliki diabetes.</span></p>
<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diabetes Melitus (DM) atau disebut diabetes saja merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Insulin adalah hormon yang mengatur keseimbangan gula darah. Akibatnya terjadi peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah (hipergilkemia).</span></p>
<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat dua kategori utama diabetes melitus: diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 ditandai dengan kurangnya produksi insulin. Diabetes tipe 2 disebabkan penggunaan insulin yang kurang efektif oleh tubuh. Untuk mengetahui kadar gula, seseorang dapat melakukan proses pengecekan darahnya di laboratorium fasilitas kesehatan.</span></p>
<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kriteria DM ditegakkan bila:</span></p>
<ul>
<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai Gula Darah Sewaktu (GDS) &gt;200 mg/dl ditambah dengan terdapatnya 4 gejala khas penderita DM (banyak makan, sering kencing, sering haus, dan berat badan turun)</span></li>
<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai Gula Darah Puasa &gt;126 mg/dl ditambah dengan terdapatnya 4 gejala khas</span></li>
<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai Gula Darah 2 Jam Post Makan (GDPP) &gt;200 mg/dl dan atau ditambah dengan terdapatnya 4 gejala khas</span></li>
</ul>
<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi hiperglikemia yang terjadi dari waktu ke waktu dapat menyebabkan kerusakan berbagai sistem tubuh terutama syaraf dan pembuluh darah. Beberapa konsekuensi dari diabetes yang sering terjadi adalah:</span></p>
<ul>
<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatnya resiko penyakit jantung dan stroke</span></li>
<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Neuropati (kerusakan syaraf) di kaki yang meningkatkan kejadian ulkus (luka) kaki, infeksi, dan bahkan keharusan untuk amputasi kaki</span></li>
<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Retinopati diabetikum, yang merupakan salah satu penyebab utama kebutaan, terjadi akibat kerusakan pembuluh darah kecil di retina</span></li>
<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Diabetes juga merupakan salah satu penyebab utama gagal ginjal</span></li>
<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Resiko kematian penderita diabetes secara umum adalah 2 kali lipat dibandingkan bukan penderita diabetes.</span></li>
</ul>
<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat beberapa cara dalam mengendalikan kadar gula seseorang penderita diabetes untuk menghindari komplikasi yang dapat terjadi, diantaranya: dengan memeriksakan kesehatan secara rutin dan mengikuti anjuran dokter, pengobatan yang tepat dan teratur, diet sehat dengan gizi seimbang, mengupayakan beraktivitas fisik yg rutin dan aman, menghindari rokok, alkohol, dan zat karsinogenik lainnya.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>(Oleh: dr Fadila Hasnadhia)</em></strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
